Home » Tag Archives: fakultas pertanian

Tag Archives: fakultas pertanian

SEMINAR NASIONAL DEKOPIN PENGEMBANGAN KOPERASI PANGAN 2015

UNS, Semar.tv – Dewan Koperasi Indonesia mengadakan acara seminar nasional tentang pengembangan koperasi pangan yang bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia. Acara tersebut dibuka secara simbolis oleh wakil rector UNS bidang kemahasiswaan dan alumni Prof. Dr. Darsomo M.Si, yang berlangsung di auditorium UNS pada hari Selasa, 24/11/2015

Acara yang menargetkan dihadiri 750 peserta itu mendatangkan ketua umum DEKOPIN, H.A.M Nurdin Halid sebagai Pembicara kunci dan bebrapa pemakalah utama yaitu Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI Drs. Setyo Heriyanto, MM., Dekan Fakultas Pertanian UNS Prof. Ir. Bambang Pujiasmanto, MS., Ketua Harian Dewan Koperasi Indonesia Drs. Agung Sudjatmoko, MM.

Dalam sambutannya Nurdin Halid menyampaikan bahwa koperasi harus menjadi pilar negara, oleh karena itu mahasiswa harus diberi motivasi serta sugesti untuk bangkit melawan ketidak benaran terhadap pelaksanaan konstitusi yang tidak sesuai dengan Pancasila dan pasal 33 ayat 1 yang berbunyi “perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan” sebagaimana kata ‘disusun’ mengandung makna dirancang, dibuat, dibentuk,  dikuasai oleh negara, meskipun kenyataanya saat ini masih banyak kekayaan alam Indonesia yang dikuasai oleh negara asing.

Panen Raya Padi Organik KNOC Binaan UNS Bersama Menristek

UNS, Semar.tv – Komunitas Ngawi Organik Center (KNOC) Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang merupakan desa binaan dari Universitas Sebelas Maret mengadakan acara Panen Raya Padi Organik KNOC pada Hari Sabtu, 31 Oktober 2015 yang dihadiri oleh Rektor UNS Prof. Dr. Ravik Karsidi. Ms, PJ Bupati Ngawi Soedjono, Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir.

Adapun penelitian pengembangan pertanian organik ini sudah berlangsung sejak tahun 2002 yang dilatarbelakangi dari sangat tergantungnya petani pada penggunaan pupuk anorganik berlebih sehingga menyebabkan tanah semakin mengeras dan tidak subur, oleh karena itu bupati saat itu (Harsono) bekerjasama dengan UNS bersama kelompok petani Ngawi mengembangkan pertanian organik.